SERANG – Bungkamnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten Rachmat Rogianto, seolah membiarkan para pegawai dibawahnya untuk bertindak nakal, sehingga terkesan tutup mata jika ada pejabat yang bermain atau menyalahgunakan wewenang.
Koordinator aliansi Pamungkas Banten, Babay Muhedi mengatakan, dengan diam dan acuhnya Kepala Dinas PRKP Banten, seolah memberikan keleluasaan dan kebebasan bagi para pegawainya untuk melanggar aturan.
“Kalau diam saja tanpa tindakan dan tanpa respon, Kepala Dinas seolah memang ada main mata dengan para oknum untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya, Kamis (01/10/2026).
Untuk itu, kata Babay. Pihaknya akan melayangkan surat klarifikasi secara resmi guna mempertegas sikap Kepala Dinas.
“Kalau memang sudah diberikan surat masih acuh, ini memperkuat adanya dugaan main mata dengan para anak buahnya,” ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, Sekitar Rp260 Miliar dari 1096 paket pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), Rp548 juta diantaranya diperuntukkan pembuatan papan informasi proyek. Hal itu kemudian diduga dimanfaatkan oknum pejabat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten untuk meraup keuntungan pribadi.
Informasi yang didapat, dalam setiap paket PSU, dialokasikan anggaran untuk pembuatan papan informasi proyek sebesar Rp500 ribu, dan pengukuran sebesar Rp1.322.000. bahkan oknum tersebut juga diduga menjual materai kepada para pelaksana.
Koordinator LSM Pamungkas Babay Muhedi mengatakan, pihaknya meminta tegas agar dugaan permasalahan tersebut diaudit dan ditindaklanjuti agar tidak menjadi lahan bisnis bagi para oknum pejabat di PRKP Provinsi Banten.
“Jangan sampai proyek ini kemudian menjadi lahan bisnis bagi oknum. Jadi kami minta masalah ini diusut tuntas,” tegasnya, Rabu (30/09/2026).
Karena itu, Babay juga meminta adanya perubahan evaluasi harga dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dikemudian hari. Sebab, ada indikasi kemahalan harga.
“Ini kemahalan harga. Dan harus ada evaluasi serta audit mendalam tentang proyek PSU,” ujarnya. (Dinar)