Tangerang
Di Duga Jl. Jendral Sudirman Tanah Tinggi ‘Bopeng’, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
TANGERANG |03 Januari 2026| Klik Viral– Pemandangan kontras tersaji di Jl. Jendral Sudirman, Kecamatan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Di balik megahnya narasi pembangunan kota, aspal di jalur utama ini justru tampak “bopeng” dan mengenaskan.
Pantauan aktivis di lapangan menunjukkan rentetan lubang kecil namun dalam yang tersebar di titik strategis, seolah menjadi ranjau darat yang siap mengintai keselamatan pengendara setiap detiknya.
Koordinator Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Holida, memberikan tanggapannya terkait kondisi tersebut. Ia menilai bahwa kerusakan jalan yang dibiarkan tanpa penanganan cepat dapat memicu kerawanan di jalan raya. “Kami berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan perbaikan. Jalan berlubang di jalur padat seperti ini sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara motor. Kami mendorong adanya evaluasi terhadap pemeliharaan jalan agar tidak ada masyarakat yang dirugikan,” ujar Holida dengan tenang namun tegas.
Sangat patut diduga, kerusakan ini merupakan buah dari kurangnya pengawasan berkala oleh dinas terkait. Lubang-lubang tersebut bukan muncul dalam semalam; mereka adalah saksi bisu betapa lambannya respons terhadap kerusakan infrastruktur vital. Jika perbaikan kecil saja terus ditunda, publik patut bertanya-tanya mengenai efektivitas sistem pemeliharaan jalan yang dijalankan oleh pemerintah kota saat ini.
Ironisnya, kerusakan ini tidak hanya mengancam material kendaraan, tetapi memicu risiko kecelakaan, terutama saat malam hari atau cuaca hujan. Lubang kecil seringkali sulit dideteksi dari kejauhan, sehingga sering memaksa pengendara melakukan manuver mendadak yang berbahaya. Belum adanya tanda-tanda perbaikan atau minimal tanda peringatan di lokasi mencerminkan minimnya perhatian terhadap aspek keamanan bagi warga yang melintas di wilayah Tanah Tinggi.
Jika Pemkot Tangerang berkomitmen pada pelayanan publik, perbaikan harus dilakukan dengan standar yang baik, bukan sekadar tambal sulam yang mudah rusak kembali. Masyarakat membutuhkan aksi nyata untuk memastikan kenyamanan berkendara di jantung kota. Jangan sampai kelalaian administratif dalam menangani lubang-lubang kecil ini mengakibatkan kejadian fatal yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Reporter (Andini sofila)















