banten

Dinilai Acuh Terhadap Setiap Persoalan, Kadindikbud Banten Diminta Copot Kepala SMKN1 Cikande

Published on

SERANG – Karena kerap bungkam dan terkesan melakukan pembiaran terhadap dugaan permasalahan yang ada, sejumlah aktivis meminta agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melakukan evaluasi sekaligus mencopot jabatan Kepala SMKN1 Cikande.

Diketahui, seorang oknum guru di SMKN 1 Cikande diduga Berprilaku tidak pantas karena bergoyang gemulai dihadapan orang banyak, sehingga menjadi viral di medsos, namun tidak ada tindakan tegas dari sekolah. Lalu mengenai adanya dugaan penjualan seragam yang dianggap mencekik orang tua, hingga penjualan Map ketika daftar ulang PPDB, Kepala SMKN1 Cikande terkesan acuh bahkan terkesan tutup mata.

Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (Gmaks) Saeful Bahri mengatakan, sebagai orang nomor satu di SMKN1 Cikande, seharusnya peran kepala sekolah dapat menjadi pelindung para guru dan murid. Namun yang terjadi justru para orang tua sekolah dicekik dengan harga tinggi penjualan seragam, ditambah adanya dugaan oknum guru yang berprilaku tidak pantas, serta masalah lainnya termasuk permalasahan penjualan Map saat PPDB.

“Ini kesannya sekolah hanya dijadikan ladang untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompok. Tapi tidak berani menjadi garda terdepan dalam menghadapi dugaan persoalan,” katanya, Jumat (21/08/2026).

Senada dikatakan aktivis lainnya Iqbal. Dengan sikap acuh tersebut, maka pihaknya meminta agar Dindikbud Provinsi Banten mengevaluasi kembali kinerja kepala SMKN1 Cikande, serta memberikan sanksi dan pembinaan agar menjadi sampel bagi lainnya.

“Kalau dibiarkan tanpa tindakan tegas, akan menjadi conto bagi kepala sekolah lainnya. Untuk itu, kami minta kepala Dindikbud copot Kepala SMKN1 Cikande,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, mahalnya penjualan seragam di SMKN 1 Cikande sebesar Rp2,8 juta rupiah menuai sorotan. Pasalnya, harga yang ditetapkan sekolah memberatkan orang tua siswa, terlebih tidak diberikan pilihan untuk memilih penyedia dan jenis bahan.

Informasi yang didapat, paket lengkap seragam, atribut hingga sepatu senilai sekitar Rp2.800.000 mendapat sejumlah item, seperti baju batik, baju olahraga, baju taruna, sepatu, topi, atribut, dan topi taruna,” ungkap salah satu siswa asal Kecamatan Cikande.

Salah seorang sumber media membenar hal tersebut. Menurutnya penjualan seragam di SMKN1 Cikande sudah ditetapkan harga dan item apa saja. (Dinar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version