Tangerang

Proyek Rekonstruksi Jalan Gardu-Tanah Merah Senilai Rp 7,2 Miliar Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Published on

Klik Viral | TANGERANG– Proyek kelanjutan rekonstruksi Jalan Gardu-Tanah Merah di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, kini menjadi pusat perhatian publik. Proyek yang dibiayai oleh APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 7.208.000.000** ini menuai kritik tajam terkait dugaan rendahnya kualitas pengerjaan dan minimnya aspek keselamatan di lokasi.

Berdasarkan Pantauan awak media, ditemukan beberapa poin krusial yang diduga menyalahi standar operasional prosedur (SOP) konstruksi jalan:

1. Di duga Kualitas Agregat Dipertanyakan
Material agregat yang ditumpuk di bahu jalan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Pantauan di lokasi menunjukkan gradasi material yang didominasi batu pecah tanpa komposisi pengikat yang ideal, yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kepadatan fondasi jalan (Sub-Base) sebelum proses pengecoran utama.

2. Temuan Lubang pada Beton LC (Lean Concrete)
Pada bagian dasar atau Lean Concrete (LC), ditemukan beberapa titik lubang dan rongga udara. Secara teknis, LC berfungsi sebagai lantai kerja agar beton struktur tidak tercampur tanah. Adanya lubang-lubang ini mengindikasikan proses pemadatan atau pengecoran dasar yang kurang sempurna, yang berisiko memicu keretakan dini pada struktur jalan beton di atasnya.

3. Minimnya Rambu Keselamatan K3
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengaturan lalu lintas di area proyek terpantau sangat minim. Penggunaan garis pembatas (safety line) hanya terpasang seadanya, dan kurangnya rambu peringatan yang jelas di sekitar tumpukan material serta area galian. Kondisi ini dinilai membahayakan para pengguna jalan, terutama pada malam hari di jalur Jl. Raya Pakuhaji yang cukup padat.

4. Transparansi Proyek
Meskipun papan informasi proyek terpasang dengan jelas mencantumkan pelaksana CV. Putra Jaya Karta, warga dan pemerhati pembangunan mendesak pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang untuk melakukan pengawasan lebih ketat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana (CV. Putra Jaya Karta) maupun pengawas dari Dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai temuan-temuan di lapangan tersebut. Masyarakat berharap proyek dengan nilai fantastis ini dikerjakan secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang tanpa mengalami kerusakan dini.

Andini Sofila

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version