SERANG – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah tekstil sekaligus mengembangkan keterampilan kreatif yang bernilai ekonomis, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 27 UPG, melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pembuatan lap serta keset dari bahan pakaian bekas di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalang Anyar.
Ketua KKM Kelompok 27 UPG, Sahrul Ramadhan mengatakan, pihaknya memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan pakaian bekas yang sudah tidak terpakai agar dapat diolah kembali menjadi produk rumah tangga seperti lap dan keset.
“Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha kreatif berbasis daur ulang di lingkungan masyarakat. Program pelatihan berbasis praktik langsung telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah tekstil,” katanya, Selasa (07/07/2026).
Dikatakan Sahrul, antusiasme masyarakat Kampung Pekijing terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan, proses pemotongan, penganyaman, hingga tahap akhir pembuatan produk. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKM, Ibu-Ibu Kampung Pekijing memperoleh pengetahuan baru mengenai cara memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai manfaat serta potensi ekonomi. Kegiatan serupa di berbagai daerah menunjukkan bahwa pemanfaatan pakaian bekas dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Sahrul menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan kreatif.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program kerja KKM semata, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Melalui program pembuatan tersebut, Sahrul berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta mendorong terciptanya inovasi berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa pakaian bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai, dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bahkan berpotensi menjadi peluang usaha rumahan. Program ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang sederhana namun berdampak positif,” ungkapnya.
Selain itu, Sahrul juga berharap melalui program tersebut dapat terciptanya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan limbah, peningkatan keterampilan masyarakat, serta tumbuhnya inovasi berbasis pemberdayaan dan keberlanjutan lingkungan. (Didi)