Uncategorized

Korban Pemukulan dan Perusakan Satgas Stadion Maulana Yusuf Lapor ke Polres Serang Kota

Published on

SERANG – Salah seorang pedagang Stadion Maulana Yusuf Serang yakni Ah (38), warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan barang kepada Kepolisian Resor (Polres) Kota Serang Kota pada hari Rabu (11/02/2026). Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Bukti Laporan Pengaduan dengan nomor TBL/92/II/RES.1.6./Polresta Serang Kota/2026.

Menurut kronologis yang disampaikan pelapor, peristiwa terjadi pada Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Stadion Maulana Yusuf. Saat itu, korban sedang menggelar dagangan dengan menyediakan meja dan kursi yang dirapikan setelah hujan agar pembeli bisa duduk dengan nyaman.

Tiba – tiba R yang merupakan salah seorang Satgas Stadion Maulana Yusuf Serang menghampirinya dengan cara arogan dan menuntut agar kursi serta meja tersebut dibiarkan lesehan.

Ketika pelapor memberikan penjelasan dengan mengatakan “Jangan Kasar Gitu, Harusnya Ngomong Baik-baik”, diduga R tidak menerima dan langsung memukul meja hingga tidak dapat digunakan kembali, kemudian menonjok bagian perut pelapor. Setelah itu, pelapor dipisahkan oleh pedagang lain dan sang tersangka pergi meninggalkan lokasi.

Bukti yang diajukan pelapor antara lain kwitansi hasil visum dari RS. Bhayangkara Polda Banten dan foto kerusakan barang yang dirusak. Kasat Reskrim Polres Serang Kota yang bertugas piket pada saat itu menandatangani berkas laporan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Beredar video video Satgas Stadion Maulana Yusuf Serang tanpa seragam resmi hanya menggunakan kaos lengan pendek tengah cekcok dan mengamuk di salah satu warung milik pedagang auning di Kawasan Stadion Maulana Yusuf Serang. Dalam video, Satgas juga terlihat arogan bahkan menyebut pekerjaan suami pedagang yang seorang dosen salah satu universitas.

Pria dalam video tersebut mempertanyakan alasan pedagang menyediakan kursi dan meja dengan nada keras. Lalu, setelah mengamuk dan mengacak – acak dagangan, ia meminta rekannya untuk membuang kursi dan meja pedagang. Bahkan ia mengangkat kursi plastik dan membawanya.

“Iya saya arogan. Saya sudah secara lembut memperingatkan kamu, kenapa kamu ga dengar. Jangan kamu berfikir orang hebat, suamimu dosen, orang terpelajar bisa mengintervensi saya. Buang ini (red-menunjuk kursi pedagang),” ujarnya. (Dinar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version