banten
Puluhan Kamar Rusunawa di Serang Mengalami Kerusakan
SERANG – Sekitar 40 kamar dari total 280 kamar di Kota Serang butuh perbaikan. Akibatnya, kamar tersebut tidak dapat digunakan untuk hunian.
Kepala UPT Rusunawa Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Serang, Jeudi bachmi mengatakan, untuk Rusunawa Kaujon total kamar yang tersedia sebanyak 96. Namun 10 diantaranya tidak dapat digunakan karena dalam kondisi rusak.
“Sedangkan Rusunawa di Margaluyu ada dua tower, totalnya 184 kamar, dan sekitar 30 diantaranya rusak ringan seperti bocor,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).
Jeudi mengaku pihaknya belum dapat memperbaiki karena keterbatasan anggaran pemeliharaan, yang hanya sebesar Rp 39 juta rupiah untuk tiga tower atau 280 kamar.
Selain itu, Jeudi juga menjelaskan soal target PAD tahun 2026 belum ditentukan, karena adanya Peraturan Walikota (Perwal) terkait digratiskannya kamar bagi warga bantaran kali dari Padek dan Sukadana. Sedangkan untuk target PAD tahun 2025, sebesar Rp 225 juta, namun hanya tercapai sekitar 40 persen.
“Kamar yang digratiskan sebanyak 125, terdiri dari 61 kamar untuk warga Sukadana, dan 64 kamar untuk warga Padek. Jadi belum ditentukan target PAD nya untuk tahun 2026, tahun 2025 kita hanya sekitar 40 persen,” jelasnya.
Menurut Jeudi, para penghuni di Rusunawa Kaujon mayoritas merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sehingga banyak yang masih menunggak biaya sewa. Namun, pihaknya masih dalam tahap peneguran, belum tahap pengosongan.
“Kalau diusir tidak ada, yang nunggak banyak. Tapi, selama masih bisa di bina, masih ditoleransi, apalagi rata-rata MBR, jadi kerjanya serabutan,” ungkapnya.
Terkait biaya sewa, Jeudi menjelaskan untuk lantai bawa sebesar Rp300 ribu, lantai dua Rp250 ribu, lantai 3 Rp200 ribu, dan lantai 4 Rp 150 ribu.
“Kalau untuk listrik koridor sudah ditanggung Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, jadi, penghuni hanya membayar tambahan listrik masing-masing kamar saja. (Dinar)















