banten
Sebanyak 365 Siswa SMKN 4 Kota Serang Pasca SPMB Diketahui Belum Sinkron di Dapodik
SERANG – Sebanyak 365 siswa yang dinyatakan lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Banten di SMKN 4 Kota Serang, hingga Selasa (28/7/2026) diketahui belum tercatat pada laman dashboard Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, sehingga dikategorikan Belum Sinkron.
Padahal, dari total kuota delapan jurusan yang disediakan sebanyak 468 siswa, hanya terisi 365 siswa, sehingga masih terdapat kekosongan kuota sebanyak 103 siswa.
Berdasarkan pantauan data pada dashboard Dapodik wilayah Kec. Curug, SMKN 4 Kota Serang (NPSN 20607900) dengan status sekolah Negeri menampilkan angka 0 pada kolom Peserta Didik (PD) dan Rombongan Belajar (Rombel). Sementara data Guru terdaftar sebanyak 82 orang, Tenaga Kependidikan (Tendik) 32 orang, dan 45 Ruang Kelas.
Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (Gmaks), Saeful Bahri. Ia menilai keterlambatan sinkronisasi data Dapodik ini berpotensi menimbulkan preseden buruk dan ketidakpastian status administrasi para siswa baru.
“Sinkronisasi data Dapodik adalah hak vital bagi peserta didik. Jika hingga akhir Juli data ratusan siswa ini belum masuk dan statusnya masih ‘Belum Sinkron’, hal ini tentu menjadi tanda tanya besar. Apakah ini sekadar kendala teknis administrasi internal, atau ada hal lain yang belum diselesaikan pihak sekolah?” tegas Saeful Bahri saat dimintai tanggapan, Selasa (28/07/2026).
Saeful mengimbau agar pihak manajemen SMKN 4 Kota Serang untuk segera mengambil langkah cepat dan transparan. Selain masalah sinkronisasi, ia juga mempertanyakan sisa kekosongan 103 kuota siswa agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami dari Gmaks akan terus mengawal persoalan ini agar tidak ada hak-hak calon peserta didik yang dirugikan, serta memastikan proses penerimaan hingga pendataan di Dapodik berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku tanpa adanya penyimpangan, atau pemenuhan kuota melalui jalur offline yang dapat dimanipulasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapodik SMKN 4 Kota Serang maupun Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum masuknya data 365 siswa tersebut ke dalam sistem.
Diketahui, dalam webaite resmi SPMB Provinsi Banten, untuk kuota delapan jurusan di SMKN4 Kota Serang yakni 468 siswa, namun hanya terisi sebanyak 365 siswa, sehingga terjadi kekosongan sebanyak 103 siswa.
Berikut rincian kuota siswa masing-masing jurusan
1. Teknik Elektronika Industri kuota 72 siswa, namun hanya terisi 14 siswa
2. Akutansi Kuota 72, hanya terisi 38 siswa
3. Manajemen perkantoran kuota 72, hanya terisi sebanyak 70 siswa
4. Teknik kendaraan ringan kuota 72, hanya terisi 39 siswa
5. Teknik instalasi tenaga listrik kuota 72, hanya terisi 40 siswa
6. Teknik sepeda motor kuota 35 terisi full 36 siswa
7. Teknik komputer dan jaringan kuota 72, hanya terisi 59 siswa
8. Teknik permesinan kuota 72, hanya terisi 69 siswa. (dinar)










