banten
Proyek Bahan Bangunan Rumah Konvensional Rusak Sedang Dinas PRKP Banten Diduga Bermasalah
SERANG – Tiga Proyek Bahan Bangunan Rumah Konvensional Rusak Sedang di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Provinsi Banten sebesar Rp2.634.554.832 terdiri dari Kabupaten Pandeglang senilai Rp823.298.385, Kabupaten Lebak sebesar Rp987.958.062, dan Kabupaten/Kota Serang sebesar Rp823.298.385, diduga Bermasalah. Sebab, seluruh kegiatan tersebut diduga kuat didominasi salah seorang yang dijadikan sebagai pengantin proyek.
Dugaan tersebut muncul Ketika pihak media melihat kejanggalan lelang proyek melalui website resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Banten, yang dimenangkan oleh tiga perusahaan namun diduga kuat dalam lingkaran satu pemilik karena nama ketiga perusahaan pemenang nyaris serupa, dengan alamat yang sama yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan Mengkok-menes nomor 3 Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, dalam website LPSE Banten juga diketahui jika untuk proyek bahan bangunan rumah konvensional rusak sedang Kabupaten Pandeglang senilai Rp823.298.385 dua kali batal lelang, dan baru dinyatakan pemenang pada lelang ketiga yang dimenangkan oleh Poetra Gemilang Konstruksi yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan Mengkok – Menes Nomor 3 RT/RW. 001/001 Kabupaten Pandeglang. Padahal pada lelang pertama, perusahaan tersebut menempati urutan ke 10 diantara peserta lelang lainnya.
Kemudian untuk proyek bahan bangunan rumah konvensional rusak sedang Kabupaten Lebak sebesar Rp987.958.062, hanya dua kali lelang, dimana lelang pertama pada 21 Juli 2026 dinyatakan gagal, dan Kembali dilelangkan pada Agustus 2026, dengan dimenangkan oleh PT Nawasena Amerta Raja, yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3 Mengkok Desa Menes Kecamatan menes Kabupaten Pandeglang.
Sedangkan untuk lelang proyek bahan bangunan rumah konvensional rusak sedang Kabupaten/Kota Serang pada 12 Agustus 2026 sebesar Rp823.298.385 langsung dimenangkan oleh PT Poetra Amerta Raja yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Mengkok-menes nomor 3 Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.
Menanggapi hal itu, Didi salah seorang warga Kota Serang mengaku sangat prihatin. Disaat ia bersama masyarakat lainnya tengah memikirkan cara bertahan hidup ditengah kesulitan ekonomi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) era Gubernur Andra Sony justru sibuk berbagi proyek.
“Sekarang ini sulit nyari kerja, buat makan saja susah bersyukur. Tapi kalau pejabat dan pengusaha yang dekat dengan kekuasaan enak saja nikmatin bagi-bagikan proyek,” ujarnya, Minggu (08/11/2025).
Senada dikatakan Gunawan warga lainnya. Ia berharap pemerintah saat ini tidak hanya memikirkan berbagi proyek seperti dugaan tersebut, tapi juga memberikan solusi bagi masyarakat kecil.
“Jangan hanya proyek yang dipikirin, tapi cari solusi bagaimana kami masyarakat kecil ini bisa bekerja dengan penghasilan layak,” ungkapnya.










