banten
Sejumlah Aktivis Minta Copot Dan Periksa Kadindikbud Kabupaten Serang
SERANG,klikviral.com – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Rakyat (Koar) Banten menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang dicopot dari jabatan, dan diperiksa oleh Aparat Penegak Hukum (APH), karena diduga telah lalai dan lengah dalam melakukan pengawasan, bahkan acuh terhadap sejumlah persoalan yang terjadi, sehingga memicu timbulnya dugaan kerugian negara.
Sejumlah persoalan yang diduga diacuhkan dan dinilai terjadi karena lemahnya pengawasan Kepala Dindikbud Kabupaten Serang tersebut, :
1. Banyaknya persoalan yang muncul pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sehingga timbul dugaan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Hal itu diduga akibat lemahnya pengawasan Dindikbud Kabupaten Serang sehingga memberikan peluang seseorang meraup keuntungan pribadi/kelompok dari uang negara. Bahkan, dengan timbulnya berbagai persoalan tersebut, Kepala Dindikbud Kabupaten Serang masih tetap acuh, bahkan terkesan tutup mata.
2. Adanya dugaan dugaan mark-up harga pada Pengadaan Meubelair Meja dan Kursi Ruang Kelas yang di disalurkan ke sekolah PAUD,SD dan SMP, pada Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, pada tahun anggaran 2023 dan 2024 yang mencapai Rp.91.983.496.000 Milyar.
3. Diduga akibat lemahnya pengawasan dan acuh terhadap setiap persoalan, menyebabkan peluang sejumlah oknum membuat akun PPK palsu atas nama Christiansyah Pagua Amran dan memenangkan PT RLA sebagai distributor penyedia pengadaan meubler tahun 2025. Belakangan proyek tersebut dinyatakan fiktif sehingga PT Reja Langgeng Abadi (RLA) mengalami kerugian senilai Rp500 juta, dan dua orang pelaku telah ditahan di Mapolda Banten.
Untuk itu, Koordinator Koalisi Rakyat (Koar) Banten, Markani atau yang kerap disapa Black mengatakan, pihaknya telah mengantongi daftar nama PKBM yang bermasalah yang menerima dana BOP, termasuk rincian jumlah siswa.
“Data kami sudah lengkap. Tinggal menunggu tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang terkait benar tidak nya dugaan kami ini, termasuk bagaimana pengawasan yang dilakukan,” ungkapnya, Selasa (25/03/2025).
Selain itu, lanjut Black. Pihaknya juga telah menduga jika Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugraha terkesan acuh dan tidak perduli terhadap persoalan yang terjadi di tubuh Dindikbud Kabupaten Serang, bahkan terkesan hanya berusaha melakukan penyelamatan diri pribadi.
“Ini tentu bukan sikap seorang pimpinan, terlebih mengetahui adanya permasalahan yang timbul karena lemahnya pengawasan pegawai nya, malah melakukan pembiaran dan tidak perduli,” ungkapnya.
Senada dikatakan koordinator Koar Banten lainnya, Gunawan. Dengan sikap dan tindakan tersebut , pihaknya menuntut agar Bupati Serang segera mencopot Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, dan dilakukan penyelidikan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh APH.
“Demi kemajuan dan kebaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, sebaik pejabat seperti itu segera dicopot, dan diganti. Kemudian kami minta APH melakukan pemeriksaan mendalam,” tegasnya.
Jika permintaan tersebut tidak diindahkan, lanjut Gunawan. Maka pihaknya akan melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) bersama para aktivis yang menginginkan perubahan lebih baik di tubuh Dindikbud Kabupaten Serang.
“Kalau sampai bulan ini tidak dicopot, maka setelah Idul Fitri kami akan aksi besar-besaran menuntut dicopotnya Kepala Dindikbud Kabupaten Serang,” tegasnya. (Dinar)
