banten
SMPN 10 Kota Serang Diduga Sembunyikan Informasi Harga Jual Seragam Dari Publik
SERANG – SMPN 10 Kota Serang, Diduga kuat menyembunyikan harga jual seragam di sekolah kepada publik. Pasalnya, ketika dikonfirmasi, enggan menjelaskan rincian jumlah seragam dan harga keseluruhan.
Humas SMPN 10 Kota Serang, Ufi mengatakan, pihaknya hanya menyediakan seragam seperti batik Kota Serang dan olahraga karena merupakan ciri khas sekolah. Hal itu karena unttuk mengenalkan budaya kearifan lokal.
“Kami hanya menyediakan, tidak memaksa. Mau beli silahkan, tidak punya gak masalah. Biar siswa tahu karya budayawan seperti batik Kota Serang. Bahkan, kami pun para guru diperkenalkan adanya batik kaibon,” ujarnya, Selasa (18/08/2026) ketika dikonfirmasi di sekolah.
Mengenai persoalan penjualan seragam, kata Ufi. Plt Kepala Sekolah telah menjelaskan hal itu secara langsung kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
“Soal ini ibu Plt Kepala Sekolah sudah menjelaskan langsung ke pak Kadis. Silahkan saja tanya,” jelasnya.
Ufi mengaku dirinya tidak mengetahui harga seragam termasuk jumlahnya. Namun, ia membantah isu penjualan seragam di SMPN 10 sebesar Rp1.500.000. Menurutnya, yang mengetahui hal itu hanya pihak penyedia, namun tidak menyebutkan nama perusahaan penyedia jasa.
“Saya tidak tahu harga nya berapa, karena saya hanya sebagai penerima tamu. Yang tahu harga hanya penyedia saja. Ada penyedia nya” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (Gmaks) Saeful Bahri mengatakan, sangat tidak mungkin jika pihak Humas SMPN 10 Kota Serang tidak mengetahui jumlah seragam dan harga jual.
“Mustahil tidak tahu. Saya menduga ini hanya siasat untuk menyembunyikan informasi dari publik,” katanya.
Untuk itu, Saeful Bahri meminta agar pihak Dindikbud Kota Serang bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak SMPN 10 Kota Serang, termasuk mencopot jabatan plt Kepala Sekolah.










