banten
Pasca-Tragedi Maut, Seluruh Pekerja dan Pelaksana Proyek Flyover Unyur Dikabarkan Diganti Total
SERANG – Perkembangan mengejutkan terjadi di lokasi proyek pembangunan Flyover Unyur, Kota Serang. Pasca-insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja beberapa waktu lalu, seluruh pekerja hingga pelaksana proyek strategis senilai Rp25 miliar tersebut dikabarkan telah diganti secara menyeluruh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perombakan ini melibatkan pembubaran manajemen serta tenaga kerja yang lama untuk digantikan dengan tim pertukangan dan struktural yang baru.
Salah seorang pekerja di lokasi proyek yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pergantian massal tersebut. Ia menyebutkan bahwa perombakan dilakukan secara menyeluruh dari tingkat bawah hingga jajaran pimpinan.
“Diganti semuanya. Sekarang baru semua, yang lama dibubarkan. Bos nya juga baru,” ujarnya saat ditemui di sekitar area proyek Flyover Unyur.
Pergantian mendadak dan menyeluruh ini pun langsung menuai respons serta pertanyaan dari berbagai aktivis dan lembaga swadaya masyarakat di Provinsi Banten yang sejak awal mengawal kasus kecelakaan kerja ini.
Terpisah, Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Saeful Bahri, mempertanyakan langkah perombakan total yang dilakukan di tengah berjalannya proses hukum dan investigasi tersebut.
“Kami mendesak adanya transparansi mengenai alasan di balik pergantian ini, apakah murni evaluasi teknis, sanksi administratif, atau ada faktor lain,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis masih berupaya meminta konfirmasi dan keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten selaku pemilik proyek terkait status kontrak kontraktor pelaksana serta kelanjutan pengawasan K3 pasca-rombak total personel di lapangan. (Dinar)










